Model Siklik Balok Prategang Diskontinyu
Teknologi / 30/09/2019

Substansi buku ini mempelajari tentang perilaku lentur balok-T hibrida antara beton normal sebagai badan balok dan beton ringan sebagai sayap, dengan sistem penulangan prategang parsial. Tegangan diskontinyu terjadi karena balok diberi bukaan pada badan balok. Balok menerima beban gempa yang dimodelkan sebagai beban siklik kuasi statik. Studi eksperimental dilakukan terhadap enam buah balok yang dibebani dengan sistem pembebanan lentur murni dan lentur geser untuk mengetahui sifat fisik balok, yaitu lendutan, besar beban saat retak, leleh, dan beban batas yang digunakan sebagai referensi studi analitikal. Distribusi tegangan dan regangan beton pasca retak sulit diukur melalui pengujian eksperimental, sehingga untuk melengkapi hasil-hasil penelitian eksperimental, dilakukan studi analitikal menggunakan metode elemen hingga. Model elemen hingga digunakan untuk melengkapi hasil studi eksperimental, yang mensimulasikan perilaku balok beton hibrida prategang parsial akibat pembebanan siklik kuasi-statik.