BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI UNTUK SEKOLAH DASAR (Membangun Kemandirian Peserta Didik Memasuki Fase Baligh)
Pendidikan / 01/03/2022

Bimbingan dan Konseling Islami di Sekolah Dasar (SD) merupakan layanan yang dapat menghantarkan setiap peserta didik mencapai kematangan dan kemandirian. Peserta didik di sekolah dasar berada pada rentang usia 7 sampai 12 tahun. Rentang usia tersebut berada pada dua fase perkembangan, yaitu Fase Tamyiz (rentang usia 7-10 tahun) dan Fase Amrad (rentang usia10-15 tahun). Dua fase tersebut adalah Fase Baligh dan Aqil Baligh, yaitu fase perkembangan manusia dalam perspektif psikologi Islam sebagai fase perkembangan yang menentukan. Pada fase inilah setiap individu telah dibebani tanggung jawab dan dituliskan seluruh perbuatannya didalam buku catatan amal yang kelak akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT. Pendidikan pada fase pra baligh merupakan pendidikan yang komprehensif mencakup pendidikan bersinergi pada tiga lingkungan (pendidikan sekolah, rumah dan masyarakat). Layanan bimbingan dan konseling islami di sekolah dasar dalam penyelenggaraannya berbentuk program-program kegiatan yang bertujuan untuk menghantarkan peserta didik mencapai kesehatan dan kematangan fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Program kegiatan bimbingan dan konseling mengacu pada Standar Kemadirian Peserta Didik (SKKPD). Buku ini hadir sebagai terobosan baru dalam bentuk program bimbingan dan konseling islami di sekolah dasar yang betul-betul konsern dalam mempersiapkan peserta didik memasuki pintu gerbang usia baligh. Didalamnya dibahas tentang perspektif fase perkembangan yang islami, tugas-tugas perkembangan fase…

Toleransi dalam Beragama
Agama Islam / 08/11/2019

Radikalisme merupakan ideologi yang sangat berbahaya bagi bangsa yang plural. Kemunculan ideologi radikalisme akan mengakibatkan bangsa yang memiliki pluralitas etnis, agama dan kepercayaan sulit membangun dirinya. Sebagai bangsa yang plural, Indonesia menyadari bahayanya radikalisme. Oleh karena itu, sejak awal pendiriannya, bangsa Indonesia sudah mengenal “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai semboyan bangsa untuk menangkal radikalisme. Meskipun secara umum, ideologi radikalisme tidak memiliki akar yang kuat dalam budaya bangsa, akan tetapi kasus-kasus radikalisme seringkali bermunculan. Bahkan menggiring opini internasional bahwa Indonesia punya masalah serius terkait persoalan radikalisme. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menangkal radikalisme dan merawat toleransi. Buku ini disusun untuk membahas masalah toleransi dalam Islam dan realitasnya di lapangan. Dari buku ini bisa disimpulkan bahwa toleransi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Islam dan pemeluknya. Oleh karena itu, kekhawatiran terhadap radikalisme dalam Islam sangat tidak beralasan. Wallahu A’lam.

Bimbingan & Konseling Islam melalui Pendekatan Gestalt Propertik
Pendidikan / 18/05/2018

Bimbingan & Konseling Gestalt Profetik merupakan pendekatan hasil studi eksperimen di Pondok Pesantren salafiyah dan modern. Studi eksperimen ini menghasilkan sejumlah temuan yaitu (1) Bimbingan dan Konseling G-Pro terbukti efektif dalam meningkatkan adaptabilitas santri; (2) Bimbingan dan Konseling G-Pro efektif dalam meningkatkan adaptabilitas santri dipengaruhi oleh religiusitas santri; (3) Bimbingan dan Konseling G-Pro dalam meningkatkan adaptabilitas santri tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin dan lingkungan pondok pesantren. Bimbingan dan Konseling G-Pro dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pendekatan untuk meningkatkan adaptabilitas santri di pondok pesantren salafiyah dan modern. Bimbingan dan Konseling Gestalt Profetik (G-Pro) telah digunakan kurang lebih tujuh tahun dan efektif dalam membantu individu atau sekelompok individu di berbagai lingkungan pendidikan yang bercorak islami. Pendekatan ini dapat digunakan di berbagai lingkungan pendidikan formal, in-formal dan non-formal untuk membantu individu terutama terkait masalah adaptabilitas. Link Download: Buku Bimbingan & Konseling Islam melalui Pendekatan Gestalt Propertik