Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang sejak awal memiliki konsep yang khas dalam melakukan pembinaan dan pendidikan akhlak. Maraknya berbagai pelanggaran akhlak yang terjadi pada siswa sekolah menunjukkan ada yang salah pada konsep dan metode pendidikan akhlak di Sekolah. Pesantren sebagai contoh konsep dan implementasi pendidikan akhlak yang dapat dijadikan rujukan sekolah umum. Konsep pendidikan akhlak di pesantren modern meliputi enam aspek penting, yaitu: aspek pemahaman tentang makna akhlak, tujuan pendidikan akhlak, program pembentukan akhlak, materi akhlak, rujukan materi akhlak, dan kualifikasi guru yang disyaratkan di pesantren modern untuk menumbuhkan akhlak mulia pada santri adalah yang memiliki kematangan intelektual, kematangan psikologis, kematangan sosial, kematangan perilaku dan kematangan spiritual. Pendidikan akhlak di pesantren modern dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. Nilai-nilai yang dikembangkan oleh pesantren modern untuk mendoron terbentuknya akhlak mulia di kalangan santri digali dari nilai-nilai ajaran Islam. Tradisi yang dikembangkan oleh pesantren modern merupakan implementasi dari nilai-nilai pesantren untuk dijadikan sebagai kebiasaan dan budaya dalam kehidupan santri sehari-hari di pesantren. Penulis : Dr. Ahmad Sastra, M.M. ISBN : 978-623-8218-15-8 Ukuran Buku : 23 x 15 cm
Pejuang sejati adalah pejuang yang tak pernah berhenti berjuang hingga nyawa terlepas dari raganya. Pejuang sejati adalah mereka yang terus mengabdikan dirinya dalam kebaikan umat dan bangsanya dengan tujuan tertinggi meraih ridho Allah. Pejuang sejati adalah mereka yang mungkin tak dikenal namanya di dunia, namun terkenal di akherat. Sebab mereka berjuang bukan untuk manusia, namun karena Allah. Almarhum Kyai Sholeh Iskandar adalah salah satu tokoh umat yang layak menyandang pejuang sejati itu, bahkan layak menyandang sebagai pahlawan nasional. Di masa perang beliau angkat senjata, di masa damai beliau angkat pena : berkarya dan mengabdi untuk umat dan bangsa. Sosok dan kepribadiannya yang cerdas, gigih, teguh, berani, visioner, anti kolonialisme, istiqamah dan mengayomi menjadikan KH Sholeh Iskandar bisa diterima di semua kalangan umat. Kecerdasanya dibuktikan dengan gagasan cemerlang dan visioner melebihi zamannya dalam memajukan kualitas umat. Di antara karyanya, selain Universitas Ibn Khaldun, Pesantren Darul Falah, KH. Sholeh Iskandar adalah pendiri Pesantren Darul Muttaqien Bogor. Jejaknya sangat kuat, baik pemikiran maupun kerja nyatanya.Sejarah berdirinya Pesantren Darul Muttaqien terkait erat dengan dengan pemberian tanah wakaf seluas 1,8 ha oleh H. Mohamad Nahar, mantan wartawan senior Kantor Berita Antara kepada KH. Sholeh Iskandar ketua BKsPPI Jawa Barat pada tahun 1987. Sejak masa pendirian,…
Buku ini hadir dalam kerangka memberikan inspirasi dan pemikiran bagaimana menyiapkan generasi para pejuang Islam masa depan. Generasi Islam masa depan adalah mereka yang senantiasa berfikir akan kemajuan Islam di tengah persaingan global. Generasi Islam masa depan adalah mereka yang mengoptimalkan seluruh potensi dirinya untuk memajukan dirinya dan agamanya. Merekalah generasi insan kamil yang disiapkan oleh pesantren sebagai institusi Islam. Generasi insan kamil adalah generasi yang memiliki potensi spiritual tinggi dan kemampuan saintifik sekaligus. Derasnya arus modernisme, neomodernisme dan post modernisme telah menyeret manusia kepada kubangan rasionalisme dan materialisme sekaligus tercerabut dari nilai-nilai spiritual. Tujuan penciptaan manusia pada hakekatnya sarat dengan dimensi spiritual. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Al Quran surat Azzariyat ayat 56. Semoga kehadiran buku ini menjadi embun penyejuk bagi harapan masa depan kaum muslimin dan bangsa Indonesia serta seluruh kaum muslimin di dunia dalam meraih insan kamil, insan dan umat terbaik bagi peradaban manusia.
