Pemanfaatan Gas Buang Mesin Combined Heat Power Biomassa Dalam Pendinginan Adsorpsi
Teknologi / 18/05/2018

Buku berjudul: “Pemanfaatan Gas Buang Mesin Combined Heat Power Biomassa Dalam  Pendinginan   Adsorpsi”,  merupakan hasil uji performansi imbert gasifier unggun tetap aliran ke bawah yang dilengkapi dengan peralatan penyaring tar dan abu yang terdiri dari tabung pemisah, filter, pendingin gas, akumulator dan cyclon dilaksanakan dengan menggunakan tiga jenis umpan kayu; borneo, asem, dan lamtorogung. Studi ini dikembangkan untuk mengoptimalkan energi termal yang berasal dari biomassa untuk pembangkit tenaga listrik dan pengering. Dengan bantuan alat penukar kalor, energi gas buang dapat dimanfaatkan untuk pemanas generator mesin pendingin adsorpsi MeOH-silicagel sehingga mampu meningkatkan efisiensi konversi energi sistem gasifikasi. Optimasi rancangan alat penukar kalor dengan batasan energi, suhu, dan laju aliran massa, dapat memberikan pilihan antara diameter pipa dengan koefisien perpindahan panas menyeluruh dan kecenderungan yang sama antara hasil uji dengan hasil pemodelan matematik. Dari tiga kali pengujian dengan jenis kayu borneo, asem, dan lamtorogung kemudian dilanjutkan dengan analisis kromatografi gas dan analisis proksimat, ultimat serta nilai kalor bahan bakar menghasilkan (1) model matematika yang dibuat sudah memenuhi kesesuaian dengan kondisi hasil pengujian sebenarnya; dan (2) konsumsi pemakaian bahan bakar spesifik terbaik sebesar 0,082 kg/kW-jam dengan ketersediaan energi sebesar 60,9 kW dihasilkan untuk jenis umpan kayu Borneo.  

Bimbingan & Konseling Islam melalui Pendekatan Gestalt Propertik
Pendidikan / 18/05/2018

Bimbingan & Konseling Gestalt Profetik merupakan pendekatan hasil studi eksperimen di Pondok Pesantren salafiyah dan modern. Studi eksperimen ini menghasilkan sejumlah temuan yaitu (1) Bimbingan dan Konseling G-Pro terbukti efektif dalam meningkatkan adaptabilitas santri; (2) Bimbingan dan Konseling G-Pro efektif dalam meningkatkan adaptabilitas santri dipengaruhi oleh religiusitas santri; (3) Bimbingan dan Konseling G-Pro dalam meningkatkan adaptabilitas santri tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin dan lingkungan pondok pesantren. Bimbingan dan Konseling G-Pro dapat dipertimbangkan sebagai alternatif pendekatan untuk meningkatkan adaptabilitas santri di pondok pesantren salafiyah dan modern. Bimbingan dan Konseling Gestalt Profetik (G-Pro) telah digunakan kurang lebih tujuh tahun dan efektif dalam membantu individu atau sekelompok individu di berbagai lingkungan pendidikan yang bercorak islami. Pendekatan ini dapat digunakan di berbagai lingkungan pendidikan formal, in-formal dan non-formal untuk membantu individu terutama terkait masalah adaptabilitas. Link Download: Buku Bimbingan & Konseling Islam melalui Pendekatan Gestalt Propertik

Pesantren Penyemai Generasi Insan Kamil
Pendidikan / 18/05/2018

Buku ini hadir dalam kerangka memberikan inspirasi dan pemikiran bagaimana menyiapkan generasi para pejuang Islam masa depan. Generasi Islam masa depan adalah mereka yang senantiasa berfikir akan kemajuan Islam di tengah persaingan global. Generasi Islam masa depan adalah mereka yang mengoptimalkan seluruh potensi dirinya untuk memajukan dirinya dan agamanya. Merekalah generasi insan kamil yang disiapkan oleh pesantren sebagai institusi Islam. Generasi insan kamil adalah generasi yang memiliki potensi spiritual tinggi  dan kemampuan saintifik sekaligus. Derasnya arus modernisme, neomodernisme dan post modernisme  telah menyeret manusia kepada kubangan rasionalisme dan materialisme sekaligus tercerabut dari nilai-nilai spiritual. Tujuan penciptaan manusia pada hakekatnya sarat dengan dimensi spiritual. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Al Quran surat Azzariyat ayat 56. Semoga kehadiran buku ini menjadi embun penyejuk bagi harapan masa depan kaum muslimin dan bangsa Indonesia serta seluruh kaum muslimin di dunia dalam meraih insan kamil, insan dan umat terbaik bagi peradaban manusia.

Pedoman Penilaian Jabatan Akademik Dosen UIKA Bogor
Pedoman / 22/03/2018

Fungsi pengelolaan sumberdaya manusia yang berada dibawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Sumber Daya pak Iptek dan Dikti, SDID) berdampak pada berubahnya mekanisme pengadministrasian dan penilaian usulan kenaikan Jabatan Akademik Dosen dari sistem offline menjadi online (paperless). Sebagai konsekuensinya, seluruh dokumen karya ilmiah dosen baik artikel dalam jurnal, prosiding, atau karya dosen lainnya harus dapat ditelusuri secara online oleh Tim Penilai Jabatan Akademik Dosen. Buku ini disusun untuk membantu mengurai standar, tata cara, dan prosedur penilaian jabatan akademik dosen untuk kenaikan jabatan fungsional. Sebagaimana dimaklumi terdapat empat jenjang jabatan fungsional dosen yaitu; Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala dan Guru Besar. Masing-masing jenjang memiliki persyaratan-persyaratan yang wajib dipenuhi oleh setiap dosen yang akan mengajukan kepangkatannya. Dengan adanya buku ini, diharapkan setiap dosen khususnya di lingkungan Universitas Ibn Khaldun Bogor dapat memahami berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk mengurus kepangkatannya. Sehingga mereka dapat mempersiapkan diri untuk memperoleh jabatan fungsional tertinggi. Buku ini juga akan menjadi pedoman bagi pimpinan universitas, fakultas dan program studi serta tim penilai jabatan akademik dosen di lingkungan Universitas Ibn Khaldun Bogor dalam melakukan penilaian. Oleh karena itu, semua pihak agar bisa menggunakan buku ini sebaik mungkin.

Pedoman Menghafal Al-Quran
Pedoman / 22/03/2018

PEDOMAN MENGHAFAL AL-QURAN, merupakan buku how to; tatacara praktis, cepat tepat, dan mudah dalam menghafal al-Quran. Munculnya para hafidzul-Quran, selain memberi nilai-nilai keislaman pada dirinya sendiri, juga pada kehidupan umat manusia lainnya. Nuansa kehidupan tersebut karena eksistensi Al-Quran merupakan wujud rahmat Allah yang telah diwahyukan sebagai mu’jizat bagi rasul dan umatnya. Sebagai mu’jizat, Al-Quran sangat mudah dibaca, dihafal, dikaji bahkan diamalkan isinya (QS.Al-Qamar/54:17). Karena mujizat/kemudahan Al-Quran itulah, banyak para cendikiawan termasuk orientalis yang belajar, menghafal dan mengkaji Al-Quran secara serius, akhirnya mereka yang masuk Islam. Keseriusan para pengkaji Al-Quran banyak menemukan kepuasan dalam studinya, karena isi kandungan Al-Quran yang sempurna itu di dalamnya mengandung ajaran tauihd, fiqih dan akhlak, Al-Quran juga mengungkapkan teori dan praktek keilmuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan manusia secara pisik, pisikis, sosial dan lain sebagainya (QS.Al- Imran/3:38). Membaca, menghafal, mempelajari, menjelaskan, memahami dan mengamalkan serta mendakwahkan Al-Quran merupakan salah satu tugas umat Islam agar mengajak semua generasi dari waktu kewaktu untuk selalu patuh kepada aturan Al-Quran. Tujuannya agar semua umat di dunia meraih rahmat dan nikmat di bawah naungan Al-Quran. Karena itu bagi hamba Allah yang mencintai Al-Quran disertai usahanya yang sungguh-sungguh untuk membaca, menghafal, mengkaji, memahami, mengamalkan dan mendakwahkannya akan menjadi hamba pilihan Allah…

Peran Antagonis Iblis dalam Mengoda Manusia
Agama Islam / 22/03/2018

Terminilogi iblis, jin dan syetan dalam al-Qur`an memiliki makna sebagai thagut yang memiliki sikap, sifat, perilaku, karakter sombong dan durhaka terhadap Allah subhanahuwata`ala. Demikian pun persepsi manusia terhadap makhluk iblis ini cenderung pada kejahatannya. Kesombongan iblis terhadap Allah ketika menolak perintah bersujud kepada manusia pertama yaitu Adam, a.s. Berawal dari peristiwa inilah iblis mengambil “peran antagonis” untuk menggoda manusia agar berbuat kejahatan di planet bumi sejak kelahiran dan kematian manusia. Antagonis diartikan sebagai “orang” yang suka menentang dan melawan atau bergerak dan bekerja berlawanan; atau bertolakbelakang”. Peran antagonis iblis terhadap manusia dinyatakan oleh iblis secara langsung dihadapan Allah. Apa kata iblis: “aku lebih baik daripada manusia; Engkau (Tuhan) ciptakan aku dari api, sedangkan manusia Engkau ciptakan dari tanah”. Kemudian iblis berkata lagi: “beri tangguh aku sampai waktu manusia dibangkitkan, lalu Allah menjawab sesungguhnya kamu (iblis) termasuk yang diberi tangguh”. Iblis pun menantang Allah dengan berkata: Engkau telah menghukumku tersesat, aku benar-benar akan menggoda dan menjerumuskan manusia dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi manusia dari depan dan belakang; dari kiri dan kanan sehingga manusia menjadi kufur kepada-Mu. Itulah sebabnya Allah mengingatkan kepada manusia: “sesungguhnya syetan itu musuh laten manusia”. Siapa saja yang menjadikan syetan menjadi pelindung selain Allah…

Budaya Akademik Guru Madrasah
Pendidikan / 22/03/2018

Budaya akademik guru madrasah berkembang atas kesadaran internalnya dengan motivasi dan tanggung jawab guru dalam mengamalkan ajaran Islam. Secara teoritis bahwa syarat-syarat ideal yang harus dimiliki guru adalah budaya akademik. Budaya akademik dalam Islam tidak berdiri sendiri namunmerupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari pengembangan ajaran Islam secara keseluruhan. Islam memuliakan guru sebagai manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dengan menyebutnya sebagai pewaris kenabian. Guru dalam Islam juga adalah sosok sempurna yang merasa takut kepada Allah dan menjadi teladan bagi umat. Itu berarti kemulian guru tidak hanya terletak pada ilmu yang dimiliki namun juga kekuatan iman dan kemuliaan akhlaknya. Para pakar pendidikan Islam seperti Ibn Jama’ah Al-Kanani, Imam Al-Ghazali dan Hasyim As’ary dan ulama lainnya menamakan segala yang berhubungan dengan keagungan tugas guru dengan ”adab guru” sementara para pakar pendidikan lain menyebutnya sebagai syarat-syarat menjadi guru, sifat-sifat guru, kode etik guru dan lain sebagainya. Budaya akademik guru madrasah meliputi: (1) Nilai-nilai kedisiplinan, antara lain datang tepat waktu, shalat tepat waktu, serta kedisiplinan dalam kehadiran, (2) Nilai-nilai religiusitas, antara lain terprogramnya kegiatan mengaji pagi sebelum kegiatan pembelajaran secara rutin, shalat berjamaah Zuhur dan Ashar, (3) Nilai-nilai kesopanan, antara lain mengucapkan salam bila bertemu, berjabat tangan dan saling menghormati antar guru, (4) Nilai-nilai…

Tafsir Al-Badar
Agama Islam / 14/02/2018

Al-Qur’an sebagai sumber dasar ilmu-ilmu ke-Islaman yang isinya memuat berbagai disiplin ilmu pengetahuan sehingga perlu dipelajari oleh kaum akademisi salah satunya melalui kajian tafsir. Kajian tafsir Al-Quran merupakan salah satu komponen proses pembelajaran  di setiap lembaga pendidikan Islam telah banyak menawarkan konsep dan  ide-ide yang bersumber dari Al-Qur’an. Kajian tafsir Al-Qur’an tidak hanya membicarakan gagasan-gagasan yang lepas dari konteks keislaman, tetapi sebaiknya kajian harus menjadi sumber aspirasi dan inspirasi untuk pengembangan para siswa-mahasiswa, santri-mahasantri serta para jamaah lainnya di lembaga di berbagai lembaga pendidikan secara khusus. Para siswa-mahasiswa, santri-mahasantri wajib memiliki kecerdasan dan jiwa penuh keyakinan yang mendalam di bidang ajaran keislaman, sehingga seluruh lembaga pendidikan Islam termasuk pondok pesantren dapat menghadirkan para lulusannya yang menguasai ilmu-ilmu keislaman dari sumber utamanya. Dari sekian banyak kajian tafsir, salah satunya yaitu Tafsir Al-Badar. Nama Tafsir Al-Badar diambil dari nama-nama yang memiliki aspek historis yaitu Kisah Perang Badar. Perang Badar merupakan sejarah keemasan/kemenangan umat Islam yang telah diabadikan dalam Al-Quran. Sebagai harapan kejayaan dan kemenangan umat Islam masa depan yang gemilang, maka kemenangan perjuangan  Rasulullah diperang Badar harus dijadikan inspirasi dan aspirasi bagi para pemangku kebenaran Islam. Tafsir Al-Badar ini dapat digunakan pada mata kuliah Tafsir pada program S1, S2, dan S3 sebagai…

Pendidikan Multikultural dalam Perspektif Pendidikan Islam
Pendidikan / 11/02/2018

Pendidikan multikultural dalam konteks pendidikan di Indonesia sebenarnya sudah diajarkan  dan dikembangkan dengan tidak menyebut pendidikan multikultural. Masalah utama dalam pendidikan multikultural  yang saat ini ada terletak pada  terminologis dan filosofis sehingga pendidikan  multikultural  dianggap sebagai wacana baru di Indonesia. Kesadaran akan multikultural  sesungguhnya sudah berlangsung lama di Indonesia yang terwujud melalui pembelajaran dengan latar belakang suku, agama, dan ras yang beragam. Pendidikan multikultural di sekolah-sekolah disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta didik.  Pendidikan multikultural dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) misalnya harus berlandaskan  tauhîd yang merujuk kepada al-Qu’ran dan as-Sunnah.  Guru sebagai pendidik memiliki kemampuan dalam menggunakan metode dan memberi contoh terbaik dalam impelementasi pendidikan multikultural. Pendekatan multikultural dalam pembelajaran PAI merupakan salah satu ikhtiar bahwa PAI sesuai atau mampu menyesuaikan diri disetiap zaman dan kondisi. Karena itu Islamic Multicultural Education perlu dilaksanakan secara komprehensif. Pelaksanaan pendidikan multikultural  mulai dari pengadaan pendidik, pemenuhan standar-standar  pendidikan sampai ke evaluasi pendidikan harus dipersiapkan. Guru-guru PAI merupakan benteng terdepan untuk mewujudkan generasi yang beradab. Dalam menanggapi isu-isu kemoderan perlu dilaksanakan pembelajaran PAI dengan menggunakan terminologi yang islami. Pembelajaran agama Islam dengan model keteladanan merupakan contoh terbaik bagi  peserta didik.

Pengantar Manajemen Syariah
Ekonomi & Bisnis / 26/12/2017

  “Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melakukan sesuatu pekerjaan, dilakukan secara itqan (tepat, tearah, jelas, dan tutas).” (HR. Thabrani) Apa dan bagaimana manajemen islami itu yang kemudian dalam perkembangannya dikenal sebagai manajemen syariah? Dengan penyajian yang lugas, jelas, dan aktual, buku ini mengupas dasar, konsep, hingga aplikasinya. Bagaimana syariat menggariskan hungan bisnis, penyikapan globalisasi, sikap seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan dan organisasi, hubungan antara pemimpin dan karyawan yang selaras, serta solusi jika terjadi konflik antara keduanya. Buku ini juga dilengkapi dengan studi kasus aktual di dunia bisnis yang dapat mengasah kemampuan analisis pembaca.