Inovasi Kurikulum Pondok Pesantren Berwawasan Agribisnis

08/11/2019

Secara de fakto pesantren lahir dan tumbuh di masyarakat untuk secara besama-sama memberdayakan masyarakat. Kepedulian pesantren terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan hidup masyarakat dalam aspek kerohanian telah berjalan lama bahkan sebelum kemerdekaan bangsa ini. Itulah sebabnya Madjid (1997:3) mengatakan bahwa dari segi historisitas, pesantren tidak hanya identik dengan makna ke-Islaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indegenous). Sebagai produk asli Indonesia pesantren memikul beban dan harapan besar masyarakat agar lulusannya berkiprah semakin luas. Tujuan utama diselenggarakannya pondok pesantren adalah memberikan bekal Pendidikan Agama Islam kepada para santri, sehingga mereka mampu menjadi penerus dakwah Islam di masa yang akan datang. Disamping itu pondok pesantrenpun dituntut agar juga mampu memberikan bekal kehidupan dunia yang memadai bagi para lulusannya

 Inovasi masyarakat Islam terhadap pondok pesantren terus dilakukan seiring perkembangan dan tuntutan zaman. Tidak kurang dari enam model pesantren telah dikembangkan masyarakat Islam sebagaimana disampaikan Manfred Ziemek yang menguraikan tipe-tipe pesantren mulai dari tipe A-F, dengan klasifikasi sebagai berikut : 1)  Pesantren Tipe A, yaitu pesantren yang sangat tradisional  2)  Pesantren Tipe B, yaitu pesantren yang mempuyai sarana fisik yang lebih baik 3) Pesantren tipe C, atau pesantren salafi ditambah dengan lembaga sekolah (madrasah, SMU atau kejuruan)  4) Pesantren tipe D, yaitu pesantren modern, corak pesantren ini telah mengalami transformasi yang sangat signifikan baik dalam sistem pendidikan maupun unsur-unsur kelembagaannya 5) Pesantren tipe E, yaitu pesantren yang tidak memiliki lembaga pendidikan formal, tetapi memberikan kesempatan kepada santri untuk belajar pada jenjang pendidikan formal di luar pesantren 6) pesantren tipe F, atau ma’had ‘Aly, tipe ini, biasanya ada pada perguruan tinggi agamaatau perguruan tinggi bercorak agama.

Ragam di atas sangat mungkin akan terus bertambah, salah satunya dengan inovasi kurikulum pondok pesantren berwawasan agribisnis, dengan inovasi ini diharapkan lulusan pondok pesantren memiliki wawasan agribisnis yang akan meningkatkan life skill yang mereka miliki. Kecakapan hidup sebagai bekal duniawi santri jelas dibutuhkan agar mereka mampu bersaing hidup pada kancah nasional dan global. Buku yang ada dihadapan saudara ini dapat dijadikan referensi bagaimana sebuah inovasi yang dilakukan sebuah pondok pesantren dalam menghantarkan santri memiliki life skill yang handal.  Pembelajaran agribisnis dapat mengasah berbagaai keterampilan santri, mulai dari soft skill sebagai dasar berbagai keterampilan hingga keterampilan-keterampilan tehknis.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *