Budaya Akademik Guru Madrasah

22/03/2018

Budaya akademik guru madrasah berkembang atas kesadaran internalnya dengan motivasi dan tanggung jawab guru dalam mengamalkan ajaran Islam. Secara teoritis bahwa syarat-syarat ideal yang harus dimiliki guru adalah budaya akademik. Budaya akademik dalam Islam tidak berdiri sendiri namunmerupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari pengembangan ajaran Islam secara keseluruhan.

Islam memuliakan guru sebagai manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dengan menyebutnya sebagai pewaris kenabian. Guru dalam Islam juga adalah sosok sempurna yang merasa takut kepada Allah dan menjadi teladan bagi umat. Itu berarti kemulian guru tidak hanya terletak pada ilmu yang dimiliki namun juga kekuatan iman dan kemuliaan akhlaknya. Para pakar pendidikan Islam seperti Ibn Jama’ah Al-Kanani, Imam Al-Ghazali dan Hasyim As’ary dan ulama lainnya menamakan segala yang berhubungan dengan keagungan tugas guru dengan ”adab guru” sementara para pakar pendidikan lain menyebutnya sebagai syarat-syarat menjadi guru, sifat-sifat guru, kode etik guru dan lain sebagainya.

Budaya akademik guru madrasah meliputi: (1) Nilai-nilai kedisiplinan, antara lain datang tepat waktu, shalat tepat waktu, serta kedisiplinan dalam kehadiran, (2) Nilai-nilai religiusitas, antara lain terprogramnya kegiatan mengaji pagi sebelum kegiatan pembelajaran secara rutin, shalat berjamaah Zuhur dan Ashar, (3) Nilai-nilai kesopanan, antara lain mengucapkan salam bila bertemu, berjabat tangan dan saling menghormati antar guru, (4) Nilai-nilai tanggung jawab, antara lain melaksanakan kegiatan pembelajaran secara maksimal, dan (5) Nilai-nilai fastabiqul khairat, antara lain, mengikuti pelatihan, melanjutkan pendidikan formal dan lainnya.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *