Manajemen keuangan perusahaan agribisnis dengan Pendekatan Outcome Based Education sebagai Inovasi Digital, Value Chain, Sustainable Finance, dan Maslahat (Buku 2). Perkembangan manajemen keuangan pada era digital saat ini mengalami transformasi yang sangat signifikan. Jika sebelumnya pengelolaan keuangan dilakukan secara manual, tetapi saat ini teknologi digital menghadirkan sistem keuangan yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Agribisnis, sebagai sektor yang mencakup hulu hingga hilir rantai nilai pertanian, memiliki dinamika keuangan yang kompleks. Mulai dari kebutuhan pembiayaan usaha tani, modal kerja untuk pengolahan hasil, hingga strategi distribusi dan pemasaran, semua memerlukan perencanaan dan pengendalian keuangan yang tepat. Pada perusahaan agribisnis skala kecil, penerapan manajemen keuangan digital masih menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya manusia, modal, dan akses terhadap teknologi. Berbeda dengan perusahaan agribisnis skala besar, penerapan manajemen keuangan digital biasanya dilakukan secara lebih komprehensif. Penggunaan teknologi tersebut memungkinkan perusahaan besar memantau arus kas, biaya produksi, margin keuntungan, serta efisiensi rantai distribusi secara real time. Penulisan buku ini mengadaptasi pendekatan Outcome Based Education (OBE) sebagaimana diamanatkan dalam Permendikbud Nomor 53 Tahun 2023. Penulis membuat lanjutan Buku 2 yang terdiri atas enam Bab sebagai yaitu diantarany Pengelolaan Investasi Dan Pembiayaan, Pengambilan Keputusan Keuangan, Strategi Efisiensi Keuangan Berbasis Rantai Nilai, Teknologi Digital Dan Inovasi Keuangan., Etika, Sustainabilitas, dan…
Pelarangan transaksi berbasis riba di dalam Al-Qur’an untuk menghindari espoitasi kekayaan antara pemilik harta yang kaya dengan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan di dalam transaksi ekonomi dan bisnis dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Maraknya transasi riba sangat meluas diberbagai bidang bisnis sejak dahulu hingga saat ini, sehingga adanya persepsi terhadap praktik riba dengan jual-beli dan sebagai pengganti dihalalkan jual-beli sebagai konsep yang aplikatif dengan konsekuensi penghapusan bunga dalam penerapannya pada sistem ekonomi Islam. Konsep aplikatif pengganti bunga di dalam Al-Qur’an disebutkan diperoleh dari jalan perniagaan tanpa adanya penganiayaan. Dalam literatur ekonomi Islam, antara lain disebut sebagai (expected) rate of profit atau tingkat keuntungan. Beberapa ekonom konvensional menyebutkan sebagai rate of profit seperti Von Neumann dan Pierro Sraffa, marginal rate of profit dalam konsep Thornton, dan Wicksell menyebutkan sebagai natural rate of profit. Secara konsep pemikiran, terjadi perbedaan pandangan dikalangan ekonom konvensional maupun Islam. Dalam tataran aplikasi konsep rate of profit sebagai pengganti konsep bunga sangat penting, mengingat pengelolaan kebijakan sistem keuangan syariah saat ini di tingkat makro maupun mikro masih belum memiliki konsep yang jelas. Pada tingkat makro, aplikasi rate of profit misalnya pada bank sentral di negara-negara yang telah menerapkan sebagian sistem ekonomi Islam atau sistem perbankan ganda (dual banking…
Tree HR Personality merupakan inovasi asesmen kepribadian berbasis Tree HR Model, yang menginte-grasikan nilai spiritualitas, temperamen klasik, pola pikir, dan gaya belajar. Indonesia menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan mutu SDM. Hasil PISA, indeks Human Capital (HCI), dan berbagai survei menunjukkan masih adanya kesenjangan kompetensi. Tree HR Personality menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan pendekatan holistik, kontekstual, dan digital. Tree HR Personality adalah metode pembelajaran ruhani yang mengajarkan manusia untuk bertumbuh dengan sadar dan bernilai. Akar nilai dalam model ini mengingatkan bahwa semua pencapaian akademik dan profesional sejatinya berpulang kepada niat yang tulus dan manfaat bagi sesama. Pendidik, dalam pandangan Tree HR Model, bukan sekadar profesi, tetapi amanah spiritual untuk menumbuhkan kehidupan. Setiap guru adalah “pohon yang baik” yang meneduhkan, menguatkan, dan memberi buah bagi generasi berikutnya. “Barang siapa menanam satu pohon kebaikan, niscaya ia akan memanen keteduhan bagi banyak jiwa.” (QS. Ibrahim: 24–25). Dengan memahami kepribadian, pendidik menanam nilai; dengan mengenal diri, peserta didik menumbuhkan jati diri. Secara simbolik. Tree HR Personality adalah pohon yang ditanam hari ini, agar akarnya menumbuhkan nilai, batangnya memperkuat kompetensi, dan buahnya memberi manfaat bagi generasi mendatang. Buku ini menegaskan bahwa masa depan pendidikan Indonesia tidak cukup hanya dengan digital transformation, tetapi membutuhkan spiritual transfor-mation. Tree…
