Dalam dunia yang terus berubah dan ditandai oleh disrupsi teknologi, tekanan globalisasi, serta krisis nilai, maka tantangan terbesar bukanlah semata-mata mencari orang yang cerdas atau terampil, tetapi mereka yang bernilai. Buku ini ditulis bukan sekadar memaparkan teori atau model teknokratis dalam manajemen sumber daya manusia. Tetapi hadir untuk membangkitkan kesadaran, bahwa mengelolaan manusia adalah tentang menyentuh cipta, rasa, karsa, pikiran, hati, dan tindakan yang bermakna sebagai karyawan. Melalui pendekatan Values Tree HR Model diajak untuk tidak hanya melihat manusia sebagai sumber daya yang dikelola, tetapi merupakan orang yang bernilai, mitra perubahan, dan pelaku utama dalam penciptaan masa depan organisasi. Nilai-nilai seperti integritas, tanggung jawab, inovasi, dan semangat wirausaha adalah akar yang harus terus dipupuk agar pohon organisasi tumbuh kuat, berbuah, dan memberi manfaat luas. Dalam perspektif kewirausahaan, sumber daya manusia bukan sekadar “tenaga kerja”, tetapi penggerak visi dan penjaga arah dan marwah. Sebagaimana wirausahawan sejati yang tak gentar menghadapi risiko, pengelola SDM juga dituntut untuk berani berubah, berani menanam nilai, dan berani mengelola manusia dengan pendekatan yang utuh, penuh cinta, akal sehat, dan visi masa depan. Keberhasilan organisasi bukan ditentukan oleh sistem yang kaku, tetapi oleh kualitas manusia dan nilai-nilai yang hidup dalam sistem itu. Penulis : Dr. Ir. Amir…
Model birokrasi dalam implementasi kebijakan pendidikan agama Islam terhadap peningkatan budaya mutu guru Madrasah Ibtidaiyah perlu dimodifikasi dan diverifikasi untuk mendapat perlakuan yang sama antara Madrasah Ibtidaiyah Swasta yang dimiliki oleh lembaga pendidikan masyarakat dengan Madrasah Ibtidaiyah Negeri yang dimiliki oleh pemerintah di bawah otoritas pemerintah daerah dan tanggung jawab Kementerian Agama di Indonesia. Berdasarkan fakta, data, dan informasi dari berbagai hasil studi diketahui masih terjadinya kesenjangan peranan birokrasi dalam kebijakan pendidikan madrasah ibtidaiyah yang perlu ditingkatkan dalam implementasinya sesuai tugas dan fungsi dengan mengadopsi dalam ilmu sosial disebut Model Implementatif Adaptif. Teori ini menawarkan pelaksanaan peran birokrasi melalui lima peran, yaitu: menjalankan fungsi sesuai dengan tujuan pemerintah, melaksanakan program dan kegiatan untuk mencapai visi dan misi pemerintahan dan negara, melayani masyarakat dan melaksanakan pembangunan secara netral dan professional, menjalankan manajemen pemerintahan mulai dari perencanaan, pengawasan, evaluasi, koordinasi, sinkronisasi, represif, preventif, antisipatif, resolusi; dan sebagai penghubung antara negara dan masyarakat. Penulis : Dr. Azwar Anas, S.Pd.i, M.Pd.I. ISBN : (Dalam Proses Pengajuan) Ukuran Buku : 23 x 15 cm
