Kontribusi KH. Sholeh Iskandar dalam memprakarsai Lembaga Serumpun (Rumah Sakit Islam Bogor, Universitas Ibn Khaldun Bogor, Pesantren Darul Fallah, dan BPRS Amanah Ummah), dalam bidang Kesehatan, Rumah Sakit Islam Bogor telah mampu menjadi pelopor Rumah Sakit Bersyariah Nasional. Beliau sebagai inisiator sekaligus inspirator bagi siapa saja yang meneladani sepak terjang beliau dimulai dari masa perjuangan merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, dan mengisi kemerdekaan, mampu memikirkan masa depan ummat terutama umat Islam, melompat jauh terhadap penghalang dinding yang bernama kejumudan berpikir dan pragmatism kehidupan, mampu menaklukan berbagai halangan menjadi optimisme dan harapan. Itulah sosok KH. Sholeh Iskandar. Rumah Sakit Islam Bogor memberikan jaminan bahwa operasional RS dilaksanakan sesuai syariah, baik untuk pengelolaan manajemen maupun pelayanan pasien, serta sebagai pedoman bagi pendiri (pemilik) dan pengelola rumah sakit dalam pengelolaan sesuai prinsip syariah. bagi Rumah Sakit Islam Bogor menjadi RS Syariah untuk mengemban tugas mulia dalam menjalankan syariah Islam dalam semua aspek pelayanan dan manajemen rumah sakit. Capaian-capaian yang telah dicapai oleh rumah sakit islam dalam melayani Kesehatan umat, landasan yang kuat dari para pendiri, terutama konsep syariahnya. Penulis : Novita Br. Ginting, S.Kom., M.Kom. drg. Hj. Dewi Wiyana, M.Kes. Dr. H. Dedi Supriadi, M.Pd., M.Si. Tohir Solehudin, S.Pd. ISBN :…
K.H. Sholeh Iskandar merupakan sosok ulama pejuang yang hidup dalam tiga zaman yaitu zaman Belanda, zaman Jepang dan zaman Kemerdekaan, atau dengan kata lain bahwa K.H. Sholeh Iskandar hidup pada tiga masa yaitu masa merebut kemberdekaan, masa mempertahankan kemerdekaan, dan masa mengisi kemerdekaan, pada semua masa itu KH. Sholeh Iskdandar banyak mentorehkan tinta perjuangan-perjuangan yang memang layak menjadi pahlawan nasional, dimana sejak dari muda sampai dengan akhir hayatnya, sarat dengan berbagai aktivitas yang menunjukkan semangat kejuangan. Ia tidak pernah mau tinggal diam melihat penderitaan rakyat yang diakibatkan oleh penjajahan dan ketidak adilan. Selain itu, ia juga merupakan ulama pendidik, tokoh pemersatu karena dapat diterima oleh berbagai kalangan dan juga pemimpin yang disegani kawan dan lawan. Ia juga merupakan ulama yang istiqomah yang selaluteguh dan konsisten dalam membela bangsa, negara dan agamanya. Selain istiqomah ia pun tawadhu, meskipun berhak menyandang gelar Ulama, bahkan Kyai Haji, tetapi ia lebih suka dipanggil namanya tanpa gelar apapun. Tahun 1992 KH. Sholeh Iskandar wafat sebelum semua ide-idenya dapat diwujudkan. Dengan wafatnya KH. Sholeh Iskandar maka umat Islam di Jawa Barat, bahkan umat Islam Indonesia serta bangsa kehilangan pemimpin sekaligus penggerak umat yang berpegang teguh pada kebenaran, bersikap tegas menghadapi kaum kafirin tetapi bersikap lembut terhadap…
