Perspektif Sejarah Hukum Bendera Merah Putih Dari Peradaban Nusantara Ke Fatmawati Soekarno
Hukum / 04/10/2021

Gagasan menjahit Bendera Merah Putih untuk Proklamasi Kemdekaan oleh Fatmawati lahir sebagai hasil pergulatan pemikiran dari serangkaian dialog dengan sang guru selama pengasingan di Bengkulu (1938-1942), yaitu Soekarno. Diskusi bersama Bung Karno telah turut mematangkan wawasan Fatmawati tentang kebangsaan dan hak merdeka dari penjajahan. Sesungguhnya Fatmawati telah ditempa melalui pembentukan karakter pribadi dari sang ayah, yaitu Hasan Din. Sang Ayah adalah tokoh pergerakan Muhammadiyah di Bengkulu, yang memiliki sikap lebih baik mandiri daripada bekerja bersama penjajah walau hidup gemilau. Bagi masyarakat Bengkulu, pengibaran Bendera Merah Putih jahitan Bu Fatmawati adalah peristiwa bersejarah yang sangat penting dan membanggakan, karena Bu Fatmawati telah menempatkan peran penting orang Bengkulu dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi bahan pelajaran sejarah bagi generasi muda Bengkulu khususnya dan bangsa Indonesia. Kiprah Fatmawati mempersiapkan Bendera Sang Saka Merah Putih menjadi puncak dari perjuangan rakyat Bengkulu bagi kemerdekaan Indonesia.  Gambaran sebagai pribadi yang teguh pada pendirian sebagai perempuan dan pendukung kemerdekaan Indonesia sudah seharusnya menjadikan Ibu Fatmawati sebagai suri tauladan bagi bangsa Indonesia.   

Ketahanan Keluarga Muslim Dalam Penanggulangan Covid-19
Agama Islam , Pendidikan / 04/10/2021

Buku ini membahas upaya-upaya yang dilakukan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 serta melakukan kegiatan untuk meminimalkan dampak COVID-19 dalam kehidupan masyarakat dilihat secara perpektif Ahwal Al Syakhsyiyyah. Diharapkan para sivitas akademisi dapat membaca kemudian menerapkan upaya upaya pencegahan dan peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat melalui  berbagai kegiatan bisnis  dan kewirausahaan. Secara substansial isi buku ini disusun berdasarkan telaah literatur dan dokumen, diskusi serta pemikiran para ahli di bidang Ahwal Al Syakhsyiyyah. Buku ini terdiri dari kumpulan artikel hasil KKNGTM yang terdiri dari 18 topik penelitian yang mengangakat isue-isue tentang kewirausahaan yang berkembang pada masa pandemi COVID-19 serta upaya-upaya penanggulangan wabah COVID-19.  Semoga book chapter ini bermanfaat untuk jamaah kampus Universitas Ibn Khaldun Bogor, dosen, mahasiswa, mitra dan masyarakat luas.

Kesehatan Masyarakat Dalam Penanggulangan Covid-19
Ilmu Kesehatan / 04/10/2021

Buku ini merupakan kumpulan karya tulis mahasiswa dan dalam membahas upaya-upaya yang dilakukan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 serta melakukan kegiatan untuk meminimalkan dampak covid-19 dalam kehidupan masyarakat dilihat secara perpektif  Kesehatan Masyarakat. Ide dan artikel ini hasil Kuliah Kerja Nyata Gagasan Tertulis Mandiri (KKNGTM) mahasiswa dan dosen Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor yang terdiri atas 26 topik hasil penelitian yang mengangakat isue-isue tentang masa pandemi covid-19 serta upaya-upaya penanggulangannya.   Diharapkan dapat dibaca kemudian diterapkan dalam upaya pencegahan dan peningkatan ketahanan kesehatan masyarakat untuk melakukan kegiatan perekonomian melalui  berbagai bisnis  dan kewirausahaan. Penulisan buku ini juga didasarkan telaah literatur, dokumen, diskusi serta pemikiran para ahli di bidang Kesehatan Masyarakat. Isi dari buku ini pun dapat diperbaharui dan disesuaikan dengan perkembangan kasus Covid-19 yang melanda masyarakat Indonesia saat ini. Semoga bermanfaat untuk jamaah kampus, dosen, mahasiswa, mitra Kesehatan dan masyarakat luas.

Profesi Penulis & Profesional Menulis (Penulisan Buku Nonfiksi Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia)
Ilmu Sastra / 04/10/2021

Pengakuan negara terhadap penulis buku merupakan suatu kemajuan yang luar biasa karena negara dianggap hadir dalam mencerdaskan masyarakat dan bangsanya ke arah literasi membaca, menulis, dan mengajar. Pengakuan terhadap profesi penulis ini tercantum dalam undang-undang tentang sistem perbukuan mencakup sepuluh pelaku perbukuan yang terdiri atas: Penulis, Penerjemah, Penyadur, Editor, Desainer, Ilustrator, Pencetak, Pengembang Buku Elektronik, Penerbit, dan Toko Buku. Pasca diberlakukan Sisbuk, maka pekerjaan menulis buku memiliki legitimasi yang sangat kuat dan terhormat. Aktivitas menulis bagi para pendidik seperti dosen atau guru saat ini tidak hanya kewajiban akademik dari tugas-tugas rutinnya melainkan bisa sebagai profesi yang sangat menjanjikan untuk memperoleh point dan koin. Untuk menjadi seorang profesi penulis dan profesional menulis tentu harus dibuktikan dengan sertifikat dan karya tulis yang dipublikasikan di berbagai media yang terakreditasi maupun terindeks secara nasional maupun internasional.