Membangun Kemandirian Umat Percikan Pemikiran di Bidang Pendidikan, Ekonomi, Politik, Dakwah, Sosial dan Budaya
Agama Islam , Biografi , Motivasi / 17/10/2021

Buku berjudul “Membangun Kemandirian Umat” adalah buku karya Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS yang berisi tentang kumpulan artikel yang meliputi bidang keislaman dan keindonesiaan, penguatan iman dan akhlak mulia, dakwah dan keberpihakan kepada umat, pendidikan Islam dan perbaikan masyarakat, ekonomi syariah dan keberpihakan kepada kaum lemah (mustadh’afin), politik dan kepemimpinan umat, sosial kemasyarakat dan penyelesaian problematika umat, keluargan dan penguatan masyarakat dan hikmah kehidupan. Bagian pertama merupakan upaya penguatan iman dan akhlak mulia mencakup materi tentang akhlak mulia berdasarkan ajaran agama, amalan-amalan yang utama dalam Islam, beberapa perilaku buruk yang harus dihindari dalam kehidupan, dimensi keimanan dalam ibadah Haji dan Qurban, fungsi utama al-Qur’an, hakikat hidup seorang muslim, hiasan taqwa serta man dan rasa malu. Bagian kedua yang berisi tentang keislaman dan keindonesiaan meliputi hakikat kemerdekaan dalam pandangan ajaran Islam, hijrah dan kemerdekaan, membangun karakter bangsa, mengisi kemerdekaan dengan semangat hijrah, menguatkan karakter prasangka baik anak bangsa, mengundang rahmat dan pertolongan Allah SWT, menjadi bangsa yang jujur dan cerdas, new normal-langkah baru mengawali hari kemenangan, peran agama dalam kehidupan berdemokrasi dan bangsa yang religius. Bagian ketiga tentang dakwah dan keberpihakan terhadap umat meliputi kajian dakwah Islam, dakwah melalui pendidikan, kompetensi utama para da’I, membangun budaya usaha di kalangan kader…

Biografi Manusia sebagai Wakil Tuhan dI Planet Bumi (Konsep Kekhalifahan Berdasarkan Al-Qur’an)
Biografi / 26/12/2017

Buku ini untuk meningkatkan kesadaran kepada manusia dalam memahami dirinya sendiri sebagai makhluk yang sangat dimuliakan sebagai wakil Allah di bumi (Khalifah fi al-Ardh). Kemuliaan manusia ini diproklamirkan dan ditunjukkan oleh Allah dihadapan para Malaikat, Jin dan Iblis agar mereka semua bersujud kepada manusia (Adam) untuk menghormatinya. Wakil Allah yang namanya manusia ini memiliki karakter yang berbeda dengan makhluk lainnya yang pernah menjadi khalifah di planent bumi sebelumnya. Menurut para ahli tafsir disebutkan bahwa jin dan iblis pernah menjadi khalifah di bumi, namun kelakuannya merusak bumi dan saling membunuh. Kemudian jin dan iblis digantikan oleh malaikat sebagai khalifah, tetapi ternyata bumi ini tidak berkembang karena malaikat makhluk statis. Pilihan terakhir sebagai khalifah diamanatkan kepada manusia yang memiliki karakter dinamis karena manusia dilengkapi akal, fikiran, emosi, dan kecerdasan sehingga bumi dapat berkembang sekaligus menjadi tempat ibadah dan ujian bagi manusia. Selanjutnya manusia harus mempertanggungjawabkan ketika kembali kepada Allah. Fungsi manusia sebagai khalifah memiliki tugas untuk beribadah kepada Allah semata dengan dilandasi tauhid yang murni. Dalam menjalankan fungsinya, manusia senantiasa dilindungi oleh Allah agar kekhalifahannya tetap terjaga. Demkian juga untuk melakukan ibadahnya manusia selalu dibimbing oleh rasul disetiap generasinya. Setiap sikap, perilaku dan aktivitas manusia dalam berbagai hal pasti dicatat para malaikat…