Penjaminan Mutu Pesantren Model Penjaminan Mutu Pesantren Darul Muttaqien Berbasis Undang-Undang Pesantren
Agama Islam / 08/11/2023

Pendidikan Pesantren pada umumnya diselenggarakan oleh masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Secara historis, keberadaan Pesantren menjadi sangat penting dalam upaya pembangunan masyarakat, terlebih lagi karena Pesantren bersumber dari aspirasi masyarakat yang sekaligus mencerminkan kebutuhan masyarakat. Sebagai bagian strategis dari kekayaan tradisi dan budaya bangsa Indonesia yang perlu dijaga kekhasannya, Pesantren perlu diberi kesempatan untuk berkembang dan ditingkatkan mutunya oleh semua komponen bangsa, termasuk Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Sejak diberlakukan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren,  sebagai pengakuan pemerintah secara yuidis formal terhadap pesantren maka pesantren memiliki fungsi sebagai penyelenggara pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Untuk menjamin mutu, regoknisi, dan afirmasi lulusan pesantren diperlukan Lembaga penjaminan mutu pesantren dengan membentuk Dewan Masyayikh dan Majelis Masyayikh yang diakui oleh pemerintah dan independen dalam pelaksanaan tugasnya. Sebagai implementasi dari pemberlakuan undang-undang pesantren ini, maka Pesantren Darul Muttaqien telah membentuk organisasi penjaminan mutu dalam pengelolaan pesantren yang berstandar mutu Pendidikan. Penulis : Dr. H. Mulyadi, Drs., M.M.A.                  Prof. Dr. H.E. Mujahidin, M.Si.                  Dr. H. Abdu Rahmat Rosyadi, S.H., M.H.                  Dr. Ir. H. Budi Handrianto, M.Pd.I. ISBN : 978-623-8218-29-5 Ukuran Buku : 23 x 15 cm  

Komunikasi Politik (Konstruksi Makna, Atribut dan Simbol Sunda dalam Komunikasi Politik)
Agama Islam , Biografi / 25/09/2023

Realitas identitas etnik menjadi fenomena menarik ketika digunakan pada praktik komunikasi politik, yakni menjadi pembeda bagi penggunanya dalam membentuk identitas dan citra politik tertentu. Termasuk di antaranya dalam praktek komunikasi politik berbasis etnik Sunda. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan etnik Sunda yang dikonstruksi dalam praktek pengelolaan kesan dalam komunikasi politik dan juga konstruksi realitas publik terhadap komunikasi politik. Hal ini berkaitan erat dengan sifat unik dari realitas sosial dan dunia tingkah laku manusia itu sendiri, terlebih subjek kajiannya adalah individu yang memiliki keunikan tersendiri karena berposisi sebagai aktor politik pemimpin daerah di Provinsi Jawa Barat yang merupakan pusat perkembangan etnik Sunda.Tiga hal yang perlu dipahami dalam komunikasi politik Sunda. Kesatu, konsep identitas etnik Sunda yang dikonstruksi mengarah pada konsep universalisme budaya, yang mengadopsi sisi positif dari konsep kosmologi Sunda-Buhun, kosmologi Sunda-Hindu dan kosmologi Sunda-Islam, sehingga dianggap bertentangan dengan esensi nilai Sunda itu sendiri. Kedua, atribut dan simbol komunikasi politik yang mengkonstruksi etnik Sunda merupakan praktik pengelolaan kesan untuk membentuk identitas politik dan citra politik tertentu, yakni sebagai pemimpin Sunda yang “ngamumule” budaya Sunda, sekaligus sebagai branding pembangunan. Ketiga, konstruksi realitas publik terhadap komunikasi politik berkaitan erat dengan pemahaman publik tentang etnik Sunda, terutama ketika dihubungkan dengan realitas perjalanan panjang…

Sejarah Pendidikan Islam
Agama Islam , Pendidikan / 12/09/2023

Sejarah sebagaimana dikutip oleh Hasan Asari dari pandangan Kuntowijoyo sebagai sebuah “rekonstruksi masa lalu di mana ada dinamika manusia dalam sejarah kehidupannya di berbagai tempat dan masanya yang antara lain berupa: perkembangan, kesinambungan, pengulangan, dan perubahan”. Perubahan dapat terjadi dengan cara  cepat atau lambat dalam suatu peristiwa sejarah. Dalam kesempatan ini dikaitkan dengan Lembaga pendidikan lebih khusus lagi yang berkaitan dengan Pendidikan Islam.” Sejarah dalam kaitan Pendidikan Islam atau sejarah keilmuannya ditandai oleh dinamika sebagai hasil kreatifitas manusia pada masanya. Pendidikan Islam basis utamanya kitab suci Quran dan Hadits serta ijtihad kaum intelektualnya dan bermakna secara sosial dan lingkungan manusia itu sendiri. (Asari,  2018;  Kuntowijoyo, 2005). Sejarah Pendidikan islam diawali pada masa Rasulullah, kemudian masa shahabat, dan masa Bani Ummayah, Abbasiyah dan era berikutnya. Pendidikan Islam dari Timur tengah itu mempengaruhi pendidikan di Nusantara. Pendidikan di Nusantara telah melalu masa penjajahan, masa Orde Lama, Orde Baru dan masa reformasi. Pendidikan Islam telah mengambil bentuk ada yang disebut dengan Pendidikan Quran, Pendidikan Tahfizul Quran, Pendidikan Dinyah, Pesantren dan Madrasah yang dikatagorikan pendidikan dalam pendidikan usia dini, dasar dan menengah dan ada pula pendidikan dalam jenjang Pendidikan tinggi Islam yang berkembang pesat di tanah air. Pendidikan ini bagian dari mencerdaskan anak bangsa…

Sistem Moneter Islam
Agama Islam , Ekonomi & Bisnis / 12/09/2023

Buku Sistem Moneter Islam ini menjelaskan tentang konsep dan praktek Bank Sentral dalam menjalankan sistem moneter yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah sesuai dengan tugas Bank Sentral yaitu mengontrol  jumlah uang beredar sesuai yang ditargetkan dan mengendalikan inflasi agar pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target pemerintah.  Dalam sistem moeneter Islam yang tidak menggunakan bunga sebagai instrument, beberapa negara menggunakan akad yang berbeda dalam mengontrol jumlah uang yang beredar dengan menggunakan instrument bagi hasil (akad mudharabah dan musyarakah) seperti di Sudan dan yang menggunakan akad jual beli, seperti murabahah. Selanjutnya buku ini menjelaskan tentang bagaimana sistem moneter Islam dengan sistem bagi hasil tanpa bunga (interest free system) dapat berjalan lebih baik karena tidak akan menciptakan uang pada sistem perbankan dan pendapatan atau profit yang tidak menimbulkan terjadinya inflasi yang dapat menurunkan daya beli Masyarakat dan menciptakan banyak mafsadat pada perekonomian seperti fenomena bubble economy karena banyaknya uang yang beredar dibandingkan perdagangan barang dan jasa sehingga terjadi spekulasi besar besaran di pasar uang dan pasar modal.  Pada bagian akhir dari buku ini dijelaskan sistem moneter yang ideal sesuai dengan prinisip prinsip syariah dan bagaimana menciptakan sistem bagi hasil melalui instrument instrument dengan dasar akad bagi hasil dan jual beli yang ebih menciptakan kestabilan dan…

Konsep dan Metode Pendidikan Akhlak di Pesantren Modern
Agama Islam / 29/05/2023

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang sejak awal memiliki konsep yang khas dalam melakukan pembinaan dan pendidikan akhlak. Maraknya berbagai pelanggaran akhlak yang terjadi pada siswa sekolah menunjukkan ada yang salah pada konsep dan metode pendidikan akhlak di Sekolah. Pesantren sebagai contoh konsep dan implementasi pendidikan akhlak yang dapat dijadikan rujukan sekolah umum. Konsep pendidikan akhlak di pesantren modern meliputi enam aspek penting, yaitu: aspek pemahaman tentang makna akhlak, tujuan pendidikan akhlak, program pembentukan akhlak, materi akhlak, rujukan materi akhlak, dan kualifikasi guru yang disyaratkan di pesantren modern untuk menumbuhkan akhlak mulia pada santri adalah  yang memiliki kematangan intelektual, kematangan psikologis, kematangan sosial, kematangan perilaku dan kematangan spiritual. Pendidikan akhlak di pesantren modern dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. Nilai-nilai yang dikembangkan oleh pesantren modern untuk mendoron terbentuknya akhlak mulia di kalangan santri digali dari nilai-nilai ajaran Islam. Tradisi yang dikembangkan oleh pesantren modern merupakan implementasi dari nilai-nilai pesantren untuk dijadikan sebagai kebiasaan dan budaya dalam kehidupan santri sehari-hari di pesantren. Penulis : Dr. Ahmad Sastra, M.M. ISBN : 978-623-8218-15-8 Ukuran Buku : 23 x 15 cm

Pendidikan Keluarga Dalam Menanamkan Karakter Islami Pada Anak Usia Dini
Agama Islam , Pendidikan / 31/03/2023

Karakter anak yang semakin membuat resah orangtua karena pengaruh perkembangan teknologi gadget, namun orangtua ada yang tidak peduli terhadap perkembangan karakter anak usia dini karena kesibukan dengan karir dan lainnya. Orangtua memaksakan keinginannya agar anak mampu berkembang dengan cepat bersaing dengan temannya untuk lebih unggul tanpa memahami keunikan anak. Hasil penelitian yang diperoleh perspektif Irwan Prayitno adalah kebersamaan dan perhatian orang tua yang harus cerdas memahami keunikan dan masalah perkembangan anak dengan memperhatikan aspek perkembangan anak usia dini. Demikian juga pendidikan karakter islami di sekolah TKIF al-Fikri yang mengutamakan kelekatan dan kenyamanan anak bersama guru sebagai orang tua di sekolah melalui metode pembelajaran sentra dan tematik berdasarkan aspek perkembangan agama (ibadah), moral, kognitif, bahasa, emosional, motorik, dan sosial dalam penanaman karakter islami. Penulis : Hj. Dianing Sapitri, S.Th.I., M.Pd. ISBN : 978-623-8218-11-0 Ukuran Buku : 21 x 14 cm

Memperkuat Keislaman dan Keindonesiaan (Catatan Kuliah Subuh)
Agama Islam , Pendidikan / 16/03/2023

Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, disusul Pakistan, India, Bangladesh, Nigeria, Mesir, Iran dan Turki. Dari 273 juta orang jumlah penduduk Indonesia pada 2022, sebanyak 237 juta atau sekitar 86,9 persen beragama Islam.  Secara statistik, data kuantitatif seperti itu dapat diakses dan dipublikasikan secara terbuka. Tidak ada data kuantitatif yang menjelaskan tentang kualitas keislaman seseorang karena hal itu merupakan indikator kualitatif, yang lebih banyak diketahui oleh yang bersangkutan. Dalam ajaran Islam, untuk meningkatkan kualitas keislaman dan keimanan, semua muslim mendapat perintah eksplisit untuk masuk ke dalam islam secara kaffah, seperti ditegaskan dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 208, “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kepada Islam secara menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu.” Interpretasi atau tafsir tentang kaffah ini telah menjadi bahan kajian dari para ahli tafsir dan ahli agama untuk bidang-bidang lain.  Ada yang menjelaskannya dari sebab-sebab turunnya ayat Al-Quran atau suatu perintah tertentu. Penulis : Prof. Dr. Ir. H. Bustanul Arifin, M.Sc. ISBN : 978-623-8218-07-3 Ukuran Buku : 23 x 15 cm

Bimbingan dan Konseling Sufistik Self Healing dalam Mengatasi Stress
Agama Islam , Pendidikan / 13/03/2023

Kesehatan mental menjadi salah satu aspek yang terdampak akibat dari wabah corona yang melanda di Indonesia sejak 2019 lalu. Menurut riset yang dilaukan oleh sejumlah peneliti dari Universitas Oberta de Catalunya (OUC) pada 4 November 2020 menunjukan bahwa delirium menjadi gejala baru pasien positif COVID-19. Kondisi ini berakibat pada berkurangnya kesadaran terhadap linkungan dan terganggunya kemampuan kognitif akibat gangguan system saraf pusat dan berdampak pada perubahan mental seseorang akibat dari hilangnya fungsi konsentrasi, berpikir, mengingat dan ritme tidur. Selain itu, beberapa gejala gangguan mental yang muncul akibat dari kondisi ini adalah: Berhalusiansi, 2). Mudah tersinggung dan mood sering berubah, 3). Sering gelisah, 4). Perubahan waktu rutinitas harian, dan 5). Sulit untuk fokus. Buku ini merupakan suatu terapi melalui bimbingan dan konseling Sufistik Self  Healing Upaya Mengatasi Stress guna menangani gangguan stress bagi para pasien COVID-19 di Kota Bogor. Tahapan self healing yang terinspirasi dari kitab Minhajul ‘Abidin karya Imam Al Ghazali. Islam yang begitu kaya dengan ilmu pengetahun tentunya menjadi daya tarik tersendiri untuk menyusun self healing sesuai dengan al Qur’an dan sunnah. Penulis : Andri Yulian Christyanto, M.Pd                  Dr. Hj. Imas Kania Rahman, M.Pd.I ISBN : 978-623-8218-05-9 Ukuran Buku : 23 x 15 cm

Program Bimbingan dan Konseling Membangun Kemandirian Lanjut Usia
Agama Islam , Pendidikan / 13/03/2023

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna karena Allah memberikan keistimewaan berupa akal pikiran yang tidak dimiliki oleh makhluk selain manusia. Allah Melengkapi kesempurnaan manusia dengan memberinya daya hidup, berfikir, mengetahui, berkehendak, berbicara, melihat, mendengar dan memutuskan, semua daya tersebut telah dibawa oleh manusia semenjak dilahirkan. Membahas tentang fase Lanjut Usia berarti menelisik tentang manusia dari aspek perkembangannya. Usia lanjut adalah istilah bagi manusia dalam pertumbuhan dan perkembangan akhir di alam dunia setelah melalui fase dewasa, sebelum memasuki fase berikutnya yaitu kematian dan kebangkitan kembali di  alam akhirat. Berbeda dengan pandangan Psikologi Barat, ajaran Islam menjelaskan bahwa perjalanan manusia tidak hanya di alam dunia sehingga usia lanjut bukan merupakan  fase terakhir dalam kehidupan manusia. Perjalanan manusia dari sejak alam ruh, alam rahim, selanjutnya alam dunia, alam barzakh sampai kehidupan di alam akhirat akan dijelaskan lebih rinci pada bab selanjutnya. Penulis : Dr. Hj. Imas Kania Rahman, M.Pd.I.                  Fahrurrozi, Lc., M.Pd.                  Lisning Sri Hapsari, SHI., M.Pd. ISBN : 978-623-8218-04-2 Ukuran Buku : 23 x 15 cm

Manajemen Sumber Daya Manusia Perspektif Islamisasi Pengetahuan
Agama Islam / 12/12/2022

  Permasalahan pendidikan disebabkan sekularisasi ilmu pengetahuan oleh Barat dengan spirit sekulerisme, pluralisme dan liberalisme mengakibatkan de-islamisasi pendidikan yang semakin menjauhkan umat muslim apabila tidak dilakukan pemecahan masalah segera. Satu-satunya cara untuk pemecahan masalah pendidikan yang disebabkan sekularisasi manajemen sumberdaya manusia ialah melalui Islamisasi pengetahuan. Islamisasi Manajemen SDM meliputi langkah-langkah (a) Penguasaan ilmu MSDM: (b) Penguasaan khasanah Islam; (c) Membandingkan teori MSDM Barat dan khasanah Islam: kesamaan dan perbedaannya; (d) Mengkaji permasalahan umat Islam terkait MSDM; (e) Melakukan analisis sintesis MSDM Barat dan khasanah Islam; (f) Menuangkan hasil kajian teori MSDM Barat dan khasanah Islam, dan analisis sintesisnya ke dalam buku ajar MSDM dalam kerangka Islam, serta diseminasinya. Rekomendasi: (a) Kategori-kategori MSDM yang lain perlu dikaji untuk mengislamkan disiplin ilmu MSDM secara komprehensif; (b) Pemangku kepentingan perlu mengatasi sekulerisme ilmu di perguruan tinggi dengan mengembangkan manual Islamisasi buku ajar di bidang disiplin ilmu lainnya; dan (c) Dosen di perguruan tinggi perlu menerapkan Islamisasi untuk mengembangkan berbagai buku ajar dalam kerangka Islam.