Hijrah Hijau Transformasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Menuju Cinta Lingungan
Agama Islam , Pendidikan / 14/10/2025

Kehadiran buku ini sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak untuk menanamkan kesadaran ekologis dalam pendidikan agama Islam. Melalui pendekatan yang memadukan nilai tauhid, akhlak mulia, dan amanah sebagai khalifah di bumi, buku ini mengajak pendidik, siswa, dan masyarakat untuk melakukan “hijrah” menuju gaya hidup ramah lingkungan. Dengan mengurai keterkaitan mendalam antara ajaran Islam dan pelestarian alam, pembaca diajak memahami bahwa menjaga bumi bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah. Pembahasan dalam buku ini disusun secara sistematis, dimulai dari fondasi spiritualitas hijau, analisis krisis lingkungan dari perspektif Islam, hingga strategi transformasi kurikulum Pendidikan Agama Islam yang mengintegrasikan literasi lingkungan. Setiap bab diperkaya dengan kajian ayat Al-Qur’an, hadis, pandangan ulama, serta contoh praktik pembelajaran kontekstual yang membangkitkan kepedulian terhadap alam. Pendekatan yang digunakan menggabungkan metode tadabbur alam, pembelajaran berbasis proyek, dan kolaborasi sekolah-masyarakat sehingga nilai-nilai hijrah hijau dapat tertanam kuat pada peserta didik. Lebih dari sekadar teori, Hijrah Hijau menawarkan panduan praktis dan inspiratif untuk para guru Pendidikan Agama Islam sebagai agen perubahan, orang tua sebagai pendidik pertama, serta komunitas sebagai pendukung gerakan cinta lingkungan. Buku ini menegaskan bahwa masa depan bumi sangat bergantung pada kesadaran kolektif umat manusia, khususnya generasi muda Muslim. Dengan semangat rahmatan…

Pendidikan Islam Perspektif Konstitusi Negara-Negara Anggota Asean (Implementasi Kebijakan Pendidikan Agama Islam di Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura)
Agama Islam , Pendidikan / 02/10/2025

Penyelenggaraan pendidikan Islam disuatu negara sangat dipengaruhi oleh kebijakan negara dalam konstitusi. Pengaturan agama di dalam konstitusi di negara mana pun selalu timbul perdebatan di Parlemen, karena adanya perbedaan politik dan keragaman ideologi. Negara-negara sekuler atau liberal menganggap agama bukan termasuk ke dalam ranah negara melainkan menjadi urusan komunitas atau masyarakat.  Ideologi semacam ini akan selalu berusaha memisahkan agama dengan negara melalui sekularisasi atau liberalisasi. Di pihak lain ada negara yang menyatakan bahwa agama menjadi bagian integral dari pembangunan negara sehingga perlu ditetapan di dalam konstitusi atau peraturan perundang-undangan. Kebijakan negara terhadap agama tersebut akan berpengaruh terhadap keberadaan agama, umat beragama dan pelaksanaan pendidikan agama dan keagamaan. Apabila negara menganggap agama merupakan bagian integral dari pembangunan negara maka pendidikan agama dan keagamaan akan diselenggarakan secara langsung oleh negara, pemerintah, masyarakat dan umat beragama. Kebijakan negara yang seperti ini dapat memperkuat pendidikan Islam disertai dukungan penuh dari pemerintah dalam bentuk penyediaan peraturan perundang-undangan, sarana, prasarana, pembiayaan, manajemen, sumber daya manusia, dan pemanfaatan kelulusannya. Penulis : H. Fathurrahman Mahfudz                  Budi Handrianto                  H. Abdu Rahmat Rosyadi ISBN : (Dalam Proses Pengajuan) Ukuran Buku : 23 x 15 cm

Konsep Sains Sakral (Scientia Sacra) Seyyed Hossein Nasr
Agama Islam / 01/08/2025

Cendekiawan muslim kontemporer Seyyed Hossein Nasr dalam Konsep Sains Sakral (Scentia Sacra) menyatakan bahwa sains yang diajarkan sekarang ini yaitu sains Barat modern yang dianggap sains sekular atau terbaratkan (westernized). Sains yang dipelajari sekarang ini jauh dari nilai-nilai ketuhanan maupun kesakralan. Sains terasa hampa karena hanya berbicara masalah fisik, empiris maupun rasional saja. Sains tidak menyentuh hal-hal yang bersifat metafisik ataupun spiritual sehingga siapapun yang mempelajarinya tidak mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Nasr salah satu cendekiawan muslim yang selalu mengkritik dan menyerukan kesalahan prinsip sains Barat modern. Kritik Nasr terhadap kehidupan dunia atau masyarakat modern dan khususnya sains Barat modern yang berkembang di Barat maupun di negeri-negeri muslim dengan menyebut empat karakteristik dunia modern. Pertama, manusia modern bersifat antropo-morfism. Kedua, karena ukurannya manusia, maka dunia modern adalah dunia yang tidak memiliki prinsip-prinsip yang langgeng-abadi dan tetap serta yang lebih tinggi dari yang manusiawi. Ketiga, kehilangan kepekaan terhadap sesuatu yang sakral. Keempat, hilangnya aspek metafisika, sebuah aspek yang berbicara mengenai hal-hal yang berada di balik fisik-empiris. Sebab harus diakui bahwa realitas itu bukan hanya bersifat empiris atau rasional belaka. Konsep sains Islam menurut Nasr adalah konsep tentang tradisionalisme yang secara diametral diperten-tangkan dengan modernisme. Penulis : Dr. Budi Handrianto, M.Pd.I. ISBN :…

Ketentuan Riba dalam Dinamika Ijtihad Ulama
Agama Islam / 15/07/2025

Buku Ketentuan Riba Dalam Dinamika Ijtihad Ulama mengkaji secara mendalam konsep riba dalam Islam, dari sudut pandang klasik hingga kontemporer. Penulis menelusuri bagaimana para ulama lintas zaman memahami dan merumuskan hukum riba berdasarkan Al-Qur’an, Hadis, serta kaidah-kaidah fiqih yang berkembang dalam berbagai mazhab. Dalam buku ini, pembaca diajak menelaah definisi riba, jenis-jenisnya (riba fadhl dan riba nasiah), serta penerapannya dalam praktik keuangan modern. Yang menjadi sorotan utama adalah dinamika ijtihad ulama dalam menafsirkan dan menetapkan batas-batas riba, termasuk perbedaan pendapat yang muncul terkait bunga bank, sistem kredit, dan transaksi keuangan kontemporer lainnya. Melalui pendekatan historis dan analisis fiqih yang tajam, buku ini tidak hanya menyajikan peta pemikiran para ulama klasik seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad, tetapi juga pendapat ulama kontemporer yang mencoba merespons tantangan ekonomi modern dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariat. Ketentuan Riba Dalam Dinamika Ijtihad Ulama sangat cocok bagi mahasiswa, akademisi, praktisi ekonomi syariah, maupun siapa saja yang ingin memahami bagaimana hukum Islam terus berkembang dalam merespons kebutuhan zaman, khususnya dalam hal transaksi keuangan yang terkait dengan riba. Penulis : Prof. Dr. KH. Hasanudin                 Prof. Dr. H. Jaih Mubarok ISBN : Ukuran Buku : 23 x 15…

Hak Kepemilikan Harta
Agama Islam / 15/07/2025

Buku “Hak Kepemilikan Harta” mengupas secara mendalam konsep kepemilikan dari perspektif hukum, sosial, ekonomi, dan agama. Melalui pendekatan interdisipliner, buku ini menjelaskan bagaimana hak atas harta benda terbentuk, diakui, dan dilindungi oleh sistem hukum di berbagai negara, termasuk dalam konteks hukum adat dan syariah. Penulis mengajak pembaca menelusuri sejarah kepemilikan harta, dari masa masyarakat komunal hingga sistem kepemilikan pribadi modern. Dibahas pula isu-isu kontemporer seperti sengketa tanah, hak waris, redistribusi aset, serta ketimpangan ekonomi yang timbul akibat sistem kepemilikan yang tidak adil. Dengan bahasa yang lugas namun akademis, buku ini cocok untuk mahasiswa hukum, akademisi, praktisi hukum, serta siapa pun yang ingin memahami peran penting hak kepemilikan dalam membentuk struktur masyarakat. Buku ini juga memberikan solusi dan rekomendasi atas problematika hukum yang muncul dalam praktik kepemilikan harta di era globalisasi. Penulis : Prof. Dr. KH. Hasanudin                  Prof. Dr. H. Jaih Mubarok ISBN :  Ukuran Buku : 23 x 15 cm

Ilmu Pendidikan Islam : Teori dan Praktik
Agama Islam / 16/09/2024

Buku Ilmu Pendidikan Islam ini mengungkap Teori dan contoh pelaksanaannya. Buku ini menuntun pembaca dan pengkajinya untuk menelusuri komponen-komonen penting dalam pendidikan islam. Penyajian yg sederhana dengan bahasa yg simple memudahkan para pemula yg mengkaji bidang pendidikan lebih mudah memahami isi kandungannya. Penulis menuntun agar para pembelajar menjadi pendidik sejati dengan pengetahuan dan pemahaman utuh terhadap setiap aspek pendidikan. Harapannya buku ini tidak hanya sebagai sumber bacaan namun juga menjadi sumber inspirasi bagi para pendidik dan calon pendidik untuk mengembangkan dan mengimplemsntasikan pendidikan islam menjadi lebih baik. Penulis : Prof. Dr. Hj. Maemunah Sa’diyah, M.Ag                  Dr. Nesia Andriana,M.P                  Nabil Auliya Ramadhan, S.Pd ISBN : Ukuran Buku : 23 x 15 cm

Manajemen Haji dan Umrah (Prosedur, Persyaratan, Pelaksanaan, Dilengkapi Doa Manasik)
Agama Islam / 03/09/2024

Ibadah Haji dan umrah merupakan rukun Islam yang kelima dan memiliki kedudukan istimewa dalam agama Islam. Setiap bulan Dzulhijjah, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berangkat menuju Tanah  Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Pelaksanaan ibadah ini bukan hanya tentang menjalankan rukun-rukun yang telah ditetapkan, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam dan ikatan erat dengan Allah SWT. Salah satu yang terpenting dalam pelaksanaan haji dan umrah adalah membaca doa-doa sebagai sarana bagi setiap jamaah untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT dalam memohon ampunan, petunjuk, serta keberkahan dalam hidup. Doa-doa yang dilafalkan selama perjalanan manasik memiliki kekuatan dan makna yang luar biasa bagi umat muslim sendiri. Walaupun demikian dalam kenyataannya, banyak jamaah yang masih mengalami kesulitan dalam menghafal dan melafalkan doa-doa yang disyariatkan. Kendala bahasa dan keterbatasan pengetahuan seringkali menjadi penghambat dalam merasakan keindahan dan kekhusyukan dalam berdoa. Buku manajemen haji dan umrah ini sebagai panduan praktis yang dapat digunakan bagi para jamaah haji dan umrah. Diharapkan para jamaah dapat lebih mudah memahami dan menghayati setiap perjalanan ibadah haji dan umrah, sehingga dapat menggapai haji mabrur dan umrah yang maqbul sebagaimana dijanjikan Rasulullah bahwa pahala haji mabrur tiada lain kecuali surga. Penulis : Dr. Syarifah Gustiawati Mukri.,…

EduSyiarPreneur dalam Inovasi Produk Kain Ihram Halal
Agama Islam / 05/04/2024

Indonesia dengan jumlah penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, memiliki peluang dalam mengembangkan produk industri halal. Literasi gaya hidup halal merupakan program pemerintah dalam rangka mendukung sustainable development goals (SDGs). Persaingan yang dihadapi dengan beberapa negara yang menguasai pasar busana muslim dunia, seperti Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Malaysia, Amerika Serikat, Thailand, Jepang, Italia, Inggris dan Perancis harus diantisipasi oleh para pengusaha muslim. Potensi pasar muslim terbesar itulah, menjadi urgensi kajian ini untuk mendorong produsen industri halal seperti industri tekstil kain ihram melalui inovasi produk, dengan melakukan blueprint bahan baku, pengembangan desain dan penambahan fungsional dalam meningkatkan kemitraan antara produsen, pengrajin, pemerintah dan komunitas serta kegiatan pemasaran melalui bisnis jaringan dan  digital dalam peningkatan daya saing dan profit bagi pihak mitra. Strategi peningkatan produksi dan pemasaran dibutuhkan pengetahuan situasi pasar, menambah pelanggan dan para pemasok dalam mengembangkan produk untuk memperbaiki proses produksi, proses pemasaran, kualitas, dan akses terhadap teknologi melalui tahapan dan model Inovasi produk kain ihram halal dalam ekosistem ibadah haji  yang mendukung SDGs di era persaingan pasar global. Penulis : Dr. Hj. Indriya, S.E., M.Pd.I                  Dr. Hj. Syarifah Gustiawati Mukri, M.E.I                  Naufal Arafah, S.Tr.T., M.Tr.T ISBN : Ukuran Buku : 23 x 15 cm

Penjaminan Mutu Pesantren Model Penjaminan Mutu Pesantren Darul Muttaqien Berbasis Undang-Undang Pesantren
Agama Islam / 08/11/2023

Pendidikan Pesantren pada umumnya diselenggarakan oleh masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Secara historis, keberadaan Pesantren menjadi sangat penting dalam upaya pembangunan masyarakat, terlebih lagi karena Pesantren bersumber dari aspirasi masyarakat yang sekaligus mencerminkan kebutuhan masyarakat. Sebagai bagian strategis dari kekayaan tradisi dan budaya bangsa Indonesia yang perlu dijaga kekhasannya, Pesantren perlu diberi kesempatan untuk berkembang dan ditingkatkan mutunya oleh semua komponen bangsa, termasuk Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Sejak diberlakukan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren,  sebagai pengakuan pemerintah secara yuidis formal terhadap pesantren maka pesantren memiliki fungsi sebagai penyelenggara pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Untuk menjamin mutu, regoknisi, dan afirmasi lulusan pesantren diperlukan Lembaga penjaminan mutu pesantren dengan membentuk Dewan Masyayikh dan Majelis Masyayikh yang diakui oleh pemerintah dan independen dalam pelaksanaan tugasnya. Sebagai implementasi dari pemberlakuan undang-undang pesantren ini, maka Pesantren Darul Muttaqien telah membentuk organisasi penjaminan mutu dalam pengelolaan pesantren yang berstandar mutu Pendidikan. Penulis : Dr. H. Mulyadi, Drs., M.M.A.                  Prof. Dr. H.E. Mujahidin, M.Si.                  Dr. H. Abdu Rahmat Rosyadi, S.H., M.H.                  Dr. Ir. H. Budi Handrianto, M.Pd.I. ISBN : 978-623-8218-29-5 Ukuran Buku : 23 x 15 cm  

Komunikasi Politik (Konstruksi Makna, Atribut dan Simbol Sunda dalam Komunikasi Politik)
Agama Islam , Biografi / 25/09/2023

Realitas identitas etnik menjadi fenomena menarik ketika digunakan pada praktik komunikasi politik, yakni menjadi pembeda bagi penggunanya dalam membentuk identitas dan citra politik tertentu. Termasuk di antaranya dalam praktek komunikasi politik berbasis etnik Sunda. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan etnik Sunda yang dikonstruksi dalam praktek pengelolaan kesan dalam komunikasi politik dan juga konstruksi realitas publik terhadap komunikasi politik. Hal ini berkaitan erat dengan sifat unik dari realitas sosial dan dunia tingkah laku manusia itu sendiri, terlebih subjek kajiannya adalah individu yang memiliki keunikan tersendiri karena berposisi sebagai aktor politik pemimpin daerah di Provinsi Jawa Barat yang merupakan pusat perkembangan etnik Sunda.Tiga hal yang perlu dipahami dalam komunikasi politik Sunda. Kesatu, konsep identitas etnik Sunda yang dikonstruksi mengarah pada konsep universalisme budaya, yang mengadopsi sisi positif dari konsep kosmologi Sunda-Buhun, kosmologi Sunda-Hindu dan kosmologi Sunda-Islam, sehingga dianggap bertentangan dengan esensi nilai Sunda itu sendiri. Kedua, atribut dan simbol komunikasi politik yang mengkonstruksi etnik Sunda merupakan praktik pengelolaan kesan untuk membentuk identitas politik dan citra politik tertentu, yakni sebagai pemimpin Sunda yang “ngamumule” budaya Sunda, sekaligus sebagai branding pembangunan. Ketiga, konstruksi realitas publik terhadap komunikasi politik berkaitan erat dengan pemahaman publik tentang etnik Sunda, terutama ketika dihubungkan dengan realitas perjalanan panjang…